Perlahan tapi pasti, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menetapkan tersangka ‘besar’ skandal korupsi pembangunan Sport Center Hambalang. Ketua KPK Abraham Samad bahkan secara terbuka mengakui akan ada kejutan untuk skandal yang melibatkan beberapa nama petinggi Partai Demokrat.
Bila penyataan Abraham tentang tersangka ‘kejutan’ itu sama seperti yang ada dalam bayangan dan benak masyarakat, pilihan akan jatuh pada nama-nama seperti Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Saan Mustofa, Sekretaris Dewan Pembina sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan istri Anas Urbaningrum, Attiyah Laila.
Berembus kabar, KPK akan membidik satu di antara dua nama besar, yaitu Andi Malarangeng atau Anas Urbaningrum.
Selain terpidana Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, orang yang gencar menyebut dua nama petinggi Partai Demokrat tersebut adalah Yulianis. Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Yulianis beberapa kali buka suara membeberkan catatan uang yang mengalir untuk Anas sebesar Rp100 juta dan Andi Mallarangeng Rp150 juta sebagai fee perusahaan Nazaruddin. Uang tersebut tercatat dalam kas keluar saat pelaksanaan Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat.
Selain uang ratusan juta rupiah tersebut, Yulianis juga menyebut catatan uang sebesar Rp30 miliar dan 5 juta Dolar AS dalam gelaran kongres yang akhirnya memenangkan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2010-2015. Uang sebanyak itu diangkut dengan mobil boks dalam pengawalan tiga mobil pribadi lainnya yaitu Toyota Fortuner, Honda CRV, dan satu unit mobil patroli lalu lintas.
Setibanya di Bandung, rombongan pengangkut uang langsung menemui perwakilan pengurus Partai Demokrat yang sudah menunggu di lantai 9 Hotel Aston Bandung. Disebut-sebut, dana tersebut mengalir kepada tim sukses Anas Urbaningrum.
Bahkan istri bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, Neneng Sri Wahyuni juga mengakui aliran dana dari kas PT Grup Permai mengalir ke arena kongres Partai Demokrat. Uang tersebut dikirim melalui kurir PT Grup Permai.
Sejauh ini selain memeriksa beberapa saksi, KPK juga memeriksa Andi Malarangeng, Anas Urbaningrum, serta Attiyah Laila dalam penyelidikan Hambalang.
Peneliti Indonesia Corruption Watch Donal Fariz mendesak KPK segera menuntaskan skandal Hambalang dan menyeret siapapun yang menjadi tersangka ‘besar’ seperti yang diungkapkan Abraham Samad. Langkah KPK untuk membidik para tersangka jangan berhenti hanya di tingkat pejabat bawah. KPK sebagai lembaga yang memiliki kekuatan besar dalam memberantas korupsi harus berani juga menyeret aktor utama Hambalang.
Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana ikut mendorong KPK menuntaskan semua masalah korupsi termasuk kasus Hambalang.
“Biarkanlah KPK bekerja apa adanya, Demokrat akan berdiri bersama rakyat untuk mendukung KPK dalam menuntaskan korupsi ini,” katanya.
Penegasan senada juga diungkapkan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Dia meminta KPK jangan hanya gertak sambal dalam menetapkan tersangka Hambalang.
“Jangan cuma gertak sambal, tapi harus dibuktikan. Sebagai penentu kebijakan, tidak mungkin Andi dan Anas tidak tahu persoalan. Lalu siapa yang harus bertanggungjawab, kalau bukan mereka? Tinggal bagaimana KPK menyikapinya,” kata Boyamin. lin/isa
Artikel berkaitan:
- Anas Urbaningrum perintahkan Nazaruddin temui Andi Malarangeng
- KPK yakin Anas Urbaningrum terlibat skandal Hambalang
- Nilai proyek olahraga di Hambalang ditentukan Andi Malarangeng dan Anas Urbaningrum
- Anas Urbaningrum besok diperiksa KPK sebagai saksi skandal proyek Hambalang
- Nama Andi Malarangeng dan perusahaan istri Anas Urbaningrum dihilangkan

